Bisnis Online dan Bisnis Offline

Bisnis online, hemmm….. ?????
Kok resikonya gede ya?????
Takut ah, ntar ketipu lagi….

Mungkin itu pikiran kawan yang belum pernah mencoba berbisnis secara online. Pikiran seperti itupun pernah terlintas di pikiran saya sebelum memulai berbisnis online.

Kali ini saya akan coba jabarkan apa yang saya ketahui tentang berbisnis secara online. ^^
Bisnis online dan bisnis offline memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Saya mulai dari persamaannya terlebih dahulu.

*Persamaan Bisnis Online dan Bisnis Offline
1. Harus punya modal (maksud saya modal uang); ya tentulah setiap bisnis memang memerlukan modal, tetapi besar kecilnya tergantung jenis bisnis yang ingin kita jalani. Misalnya saya ambil contoh tentang bisnis yang saya jalani sekarang, untuk Kaina Shop (bisnis fashion) saya memerlukan modal kurang lebih Rp. 3.500.000, sedangkan untuk Beauty Styles (MLM ORIFLAME) saya cukup mengeluarkan modal Rp.39.900 (Malahan untuk bulan ini ada promo khusus lagi bagi member baru lo, hehehehe promosi dikit ^^). Itu tadi contoh untuk bisnis online ya, kalau bisnis offline mungkin memerlukan modal yang lebih karena harus menyediakan tempat juga (saya belum punya bisnis offline jadi belum bisa memberikan gambaran perkiraan modal yang diperlukan, hehehe ^^)
2. Harus memiliki produk yang akan dipasarkan. Sudah jelas sih ya, kalau ga punya produk (bisa berupa barang ataupun jasa) buat apa coba buka bisnis. hehehe ^^. Yap, baik bisnis online dan bisnis offline harus memiliki produk untuk dipasarkan. Saran saya dalam menentukan produk lihat dulu pasar yang ingin di sasar, dan juga selera pasar. Contohnya setahun yang lalu (2011) pada saat saya memulai Kaina Shop itu bertepatan dengan boomingnya nuansa K-POP di tanah air, jadi saya putuskan untuk berbisnis fashion ala Korea dan Jepang.

*Perbedaan Bisnis Online dan Bisnis Offline
1. Besar modal (uang) yang harus disediakan. kembali ke masalah modal, seperti yaang saya uraikan di atas sebenarnya telah cukup menggambarkan bahwa bisnis offline memerlukan modal yang lebih dari bisnis online.
2. Modal lain. Dalam berbisnis online cukup menyediakan modem dan pulsa (hanya itu yang saya perlukan pada saat memulai bisnis secara online, ditambah penguasaan internet dan e-marketing —-> tapi ga perlu fasih banget karena semua bisa dipelajari seiring makin seringnya kita berkutat dengan kegiatan online). Sedangkan jika berbisnis secara offline kita perlu menyediakan tempat dan tenaga khusus.
3. Waktu. Untuk bisnis online itu memiliki waktu yang fleksible, karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Buktinya seperti yang kawan ketahui bahwa pekerjaan utama saya adalah sebagai seorang guru, tetapi saya tetap dapat menjalankan bisnis online saya secara maksimal. Sedangkan untuk bisnis offline, memamng diperlukan waktu yang pasti (maksudnya kekonsistenan untuk buka dan tutup toko, kalau ga, customernya bisa kecewa).
4. Tempat. Bisnis online tidak memerlukan tempat yang spesifik, (saya bisa melakukan bisnis online darimana saja). Bisnis offline memang memerlukan tempat yang spesifik.
5. Jangkauan pasar. Bisnis online memiliki jangkauan pasar yang lebih luas dari bisnis offline. Jangkauan pasar dari bisnis online saya sekarang mencakup seluruh INDONESIA.

Oke segitu dulu ya, review saya tentang bisnis offline dan bisnis online. Kalau kawan ada yang mau menambahkan, monggo ya. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s